madnunk

Nov 14, 2009
Fix You - Codplay


When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I...

Tears stream down on your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I...

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try..
to fix you..


(Fix You - Coldplay)

Posted at 10:19 pm by mikrojihad
Make a comment  

Nov 7, 2009
Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak

Pada setapak kehidupan ketika kau bersedih
Senandung cerita lirih hati yang tak bertepi
Pada dimensi sajak hari yang terlalu dingin
Ketika kesepian menjawab renta malam tanpa angin
Semilir hidup dan sebuah kalimat mungkin
Pada harapan ketika jiwa harus tetap berdiri
Membelai hidup yang tak memerlukan terima kasih
Maka..maafkanlah!
Hadapi hidup ini apa adanya
Hidupi hidup dengan Iman dan kesabaran
Enyahkan kejenuhan hidupmu buanglah rasa cemas
BerSyukurlah seluas langit dan bumi
Tinggalkan kekosongan harimu dalam rencana esok pada kehidupan di hari yang lain
Tanyakan pada dirimu akan kesantunan yang selalu terabaikan

Peliharalah..
peliharalah senyummu agar tak menjadi palsu
Menikmati kesedihan dan menjadi tangguh
Menaklukkan pedih menjadi peluru
Bernafas seperti batu
menjadi singa dalam kejayaan matahari
Menjaga malam bersama tamaknya ibadah para rahib Rabbani
Mensyukuri semesta bersama para penjaga purnama
Menikahkan jiwa bersama Dakwah
Mencumbu cinta di dalam Jihad
Bekali perjalanan bersama Alloh dan RasulNya
Membalut hati tanpa retorika
Siapkah kau jika hari menjadi pedang dan kesempatan kedua tak lagi memilki sarang
Bertarung menjaga cinta dalam kesepian
Membunuh waktu dalam harapan
Karena lahir adalah untuk melihat kenyataan

Pada lautan airmata kita belajar
Pada kepedihan yang mendidik kita tuk tak gentar
Bertahan menjadi akar, bersemi pada keteguhan yang mekar
Celakalah para humazah dan lumazah
Neraka serapah jelantah
Kebutuhan jiwa di alam barzakh
Menebar jejak misteri syafaat dan kesolehan
Pada saat setiap telusuri sahara jiwa dan keabadian
Di dekat jasad syahid Hamzah
Temukanlah Ibroh bukit Uhud dari profil mini Hushoirah
Begitulah sejarah menuntut kita tuk bangkit kembali
Meniti tangga hari walau berulang terjatuh bangkit dan kembali terjatuh
Berdiri dan optimislah !
Karena kita adalah pewaris Rasulullah
Di ajarkan bersabar di antara lapisan batu penduduk Thoif..

(Thufail Al-ghifari)

Posted at 08:58 pm by mikrojihad
Make a comment  

Perjalanan Ke Syams

Ya Rabb..
Terima Kasih atas semua kebaikanMu
yang telah memberikanku semua kenikmatan Islam ini..
Engkaulah sumber kekuatanku
Walau begitu sering sunyi dan letih menghampiri..
Namun hening kisah abadi utusanMu selalu menghibur redup semangatku
Untuk tetap bertumbuh dalam ragam warna hari dan pendapat
Dan aku begitu merindu atas surgaMu
Walau begitu sering jiwaku merasa tak layak di sana
Namun dibalik semua keterbatasanku..
Aku titipkan doa agar Kau mau untuk memaafkanku
Ada begitu banyak khilafku
Ada begitu banyak salahku
namun adakah alasan lain dariku meneteskan air mata ini selain takut padaMu?

Takut pada AmarahMu, takut jika Kau tidak mengenalku kelak di akhirat nanti

Aku belum bisa meneladani Nabi Muhammad 100%
Begitu sulit rasanya walau aku akan terus mencoba
Iman ini sering naik turun ya Rabb..
namun aku mohon jangan kau gelapkan hatiku dari hidayahMu
tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku
tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya
tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

Angin kehidupan terus bertiup..
Waktu selalu setia menemaninya berjalan
Menghias kekompakan siang dan malam
Dan Matahari yang tak lelah iringin putaran bulan di planet ini
Dan aku masih belum bisa memberikan apa – apa…
Hanya ingin tetap berusaha ikhlas
Dan coba tuk selalu tegar melawan setiap badai…

Keringat–keringat yang basuh daki tubuh disetiap saksi saksi ikhtiar..
Dan ku yakin jika aku masih bertahan
itu pasti karena Kau selalu ada dalam setiap langkahku..
Sungguh..
hanya padaMulah aku sandarkan harapan
Hanya padaMu aku titipkan ikhtiar
agar gentar berubah menjadi radar keoptimisan
Menerawang esok dalam kepastian rahmat dan keberkahan

Aku berdoa dalam setiap keterbatasan
Menjaga yakinku melawan syahwatku yang sering menipu
Jagalah aqidahku dari ribuan thagut yang menyeranta dalam benak belukar
Anta beranta logika dan analisa yang tak jarang rumuskan kebutaan dunia

Keasingan ini berat ya Rabb
Maka aku mohon tegarkanlah jiwa yang lemah ini
BIsmillahi tawakaltu Alallah La haula wa la quwwata illa billah

Maka Kuatkanlah
Kuatkanlah hati yang rapuh ini
Teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita Jihad menuju mahligai keridhoanMu

Karena janjiMu pasti dan ku sangat yakin itu
Maka jagalah langkahku dari segala WAHN yang menyesatkan
Tabahkan komitmen ini di antara semua fitnah dan duka

padaMu aku mencari jawaban disetiap dilemma dan kegundahan
Engkaulah tempat terbaik aku mencurahkan gelisah nafasku

Perjalanan ini terasa hampa tanpa kehadiranMu..ya Rabb
Aku yang hina ini berharap keridhoan menuju SurgaMu yang abadi
Tak lelah ku memohon ampun padaMu
Agar setiap luka terbasuh syahdu nada cintaMu
Membuka ruas hati yang hitam dalam cahaya hidayahMu
Menembus ruang ruang kehidupan terindah
Aku yang ingin terjaga di jalanMu
Aku yang ingin selalu istiqomah melepas diri dari semua thagut mencari ridhoMu
Karena aku takkan pernah berharga kalau bukan karena cahaya keimanan dariMu
Maka aku berserah diri menjual semuanya padaMu
Belilah hamba dan lunasilah dengan keridhoanMu
Karena tak ada cita cita terbaik selain ingin bertemu dengan Engkau dan RasulMu
Dalam keindahan kehidupan yang abadi
Aku memohon ampunanMu, Aku mengemis cintaMu,
Aku yang berusaha istiqomah dalam hijrah kepadaMu
Ampunilah hamba ya Rabb..

Posted at 01:40 am by mikrojihad
Make a comment  

Oct 19, 2009
Another day for you and me in paradise..

Ya Tuhan,rasa apa ini?Aku begitu mencintainya,Aku begitu sangat mencintainya sehingga membuatku benar-benar telah kehilangan diriku sendiri dalam mengontrol perasaan ini.
selepas 12 oktober itu aku begitu sangat tidak bisa terlelap tertidur.Aku selalu memikirkannya.Ada dia disana,dalam alam bawah sadar ini.Dia ada,melalui sorot matanya yg menampakkan bahwa itu dia,dia bidadariku yg selalu kucari yg kuharap menjadi penenteram jiwa yg kan mengisi kekosongan ini.
Oh Tuhan,Dia sangat cantik,Jauh dari harapan yg semula ada bahwa itu memang dia.Tapi itu dia.Wajahnya yg bersinar dengan kerudung yg menutupi kulitnya yg juga mempesona.Oh..Dia realitas terindah yg pernah kutemukan.Tidak,Dia bukan produk imajiner yang sengaja aku ciptakan sebagai pelipur lara.Dia ada, berdiri di hadapku dalam wujud nyatanya.
Dia imajinasi yg nyata,wujud dari bidadari yang sungguh berbeda.

Tapi Dia bukan untukku..
Bidadari itu ternyata bukanlah hadiah Tuhan yg diberi untukku.
Bidadari itu ternyata berjalan di sebuah jalan yang berbeda menuju seseorang yang telah menunggunya dengan pakaian yg eksklusif.
Dan itu bukan aku.

Seorang teman pernah berkata,jangan penah mengukur dirimu terlalu rendah dengan apa yg kau miliki.Bermimpilah yg tinggi dan buatlah menjadi nyata dengan keyakinan,doa dan upaya yg tiada henti dan jangan pernah sekalipun berharap kepastian dalam dunia ini.
Aku mengamini hal itu,tapi itu ternyata menjadi sebuah masalah tersendiri dalam hal ini,perihal rasa,perihal cinta.
Semua ini seperti sebuah mimpi yg terbakar.Sebuah mimpi yg ketika ia turun ke bumi,ia harus rela dilahap oleh api-api realitas dan kenyataan.Terbakar dan hangus.
Ya,Semua ini Jauh dari harapan,karena terlalu tingginya aku mendamba sementara aku sendiri bukanlah seorang yg dibalut rupa menawan,pribadi luhur dan tentu saja materi yg melimpah.Aku kaku,keras mengering,kasar, dan hanya menjadi lalat pasar.Dan ah..seharusnya aku patuhi saja wejangan seorang ibu yg berkata untuk tidak dan jangan pernah bermimpi terlalu tinggi dalam mencari pasangan hidup.Atau seperti seorang teman yg sepertinya cukup puas dengan hanya memendam rasa cinta,tanpa pernah sekalipun menyatakan cintanya pada wanita yg dipuja.

Dan aku tahu akhirnya ini menjadi sebuah permasalahan pribadi yg sangat rumit dan sulit kuurai.Permasalahan yg mungkin juga adalah sebuah kesalahan dari terlalu cerobohnya aku mengukur diri.
Tapi apakah juga menjadi suatu kesalahan jika aku mencintainya dan berharap menikahinya suatu kelak?tentu tidak!!aku katakan 'tidak!'.
Mungkin tidak didunia ini,tapi disana ada alam lain yg menantiku setelah kematian.Dan Aku yakini itu.
Cinta ini anugerah!Aku lebih memilih mati dibakar api cinta ini daripada memaksanya tuk padam dengan menguburnya dengan tanah!

Tapi aku tidak pernah diam,aku terus memacu otakku untuk dapat menjembatani permasalahan ini, permasalahan yang membuatku harus meninggalkan kenyataan-kenyataan hidup yg lain dengan cara yang kejam.Dan ketika aku telah memulai hidup ini dengan rasa sadar,aku terlambat,atau lebih tepat dikatakan aku telah bertakdir tuk tak dapat meraihnya,menjangkau Cinta dan hatinya.
Dia telah milik kekasihnya,suaminya.Entahlah,Semua itu dikatakannya justru setelah kukatakan bahwa aku benar-benar mencintainya.Sebuah penolakan yg telak dengan berkata seperti itu.Dan dia tahu itu.Dia tahu itu.
Dan kini dia telah mungkin sangat menghindariku,dia telah menjadi seperti apa yang aku inginkan saat aku pertama mengenalnya melalui tatap kedua mata ini.
Dan kini aku duduk sendiri di dalam kamarku meratapi kosongnya diriku,meratapi penyesalan,dan aku tidak pernah memiliki kesempatan untuk memperbaiki mimpi ini dan kesalahan-kesalahan.
Ya Tuhan,sungguh,malam ini ingin sekali aku menghubungi nomornya tuk bicara dengannya walau sejenak,mendengar suaranya,mengobati kerinduan yg sangat ini.Tapi tanpa kusadar,semuanya itu memang takkan pernah lagi dapat kulakukan setelah aku sepakat tuk menghentikan semua itu.Aku melarang diriku tuk melakukannya.Jangan lagi mengganggunya!Meski akupun tahu itu kan membuatku perih.Tapi itu adalah wajib!Aku tahu itu dan dia tentu tahu itu.Dan itu adalah tenggat dari semua ini.Tak ada lagi!Aku harus patuh pada kenyataan,memasrahkan diri pada takdir dan menerima semuanya.
Ya,aku telah menemukannya -Kekasih dan cinta sejati- dengan mengetahui siapa cinta sejati itu,tetapi hanya untuk kemudian aku juga harus kehilangannya.Disini.didunia ini.Tapi tidak disana.Di alam baka.
Dan kini, solusi atas permasalahanku dan keyakinanku untuk dapat menerobos jurang-jurang ini yang menyebabkan permasalahan itu ada telah menjadi abu,dimana mimpi dan perasaan ini telah kucurahkan.Semoga abu itu terbang bersama angin yang berhembus kencang malam ini,berterbangan entah kemana,bercampur bersama dinginnya udara malam ini dan singgap diantara mereka yang tengah menggigil kedinginan.


Dear God..
the only thing I ask of you
is to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away..
We all need that person who can be true to YOU..
But I left her when I found her..
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely..
and I'm tired..
I'm missing YOU again..
Once again..
-AVENGED SEVENFOLD-

Takkan pernah ada lelahku tuk semua ini
menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yg kumiliki hari ini
menyalalah tanpa henti
hingga aku berdarah
dipenghujung waktu ketika aku mati
dan merangkak letih
mengerang depresif mencarimu
disana..



Another Day In Paradise - Phil Collins
Fall For You - Secondhand Serenade
Dear God - Avenged Sevenfold
Bidadari - Powermetal
I Promise Her The Moon - Mr. Big
Fix You - Coldplay
Walau Habis Terang - Peterpan
Desire - Pure Saturday
Eternal Flame - The Bangles
Tonight I Celebrate My LOve -
Peabo Bryson



Posted at 09:44 am by mikrojihad
Make a comment  

Sep 23, 2009
Airmata,Pesta&Pengampunan

Apa ada padaku?
Tangan kosong terbuka
Penuh hampa
Ulas bibir tanpa bicara
Lidah kelu tanpa lagu
Wajah pucat memudar
Bias-bias tirai al-maut
Mati antara warna malam

Alam tak pernah bernyanyi lagi di antaraku,di setiap hadirku,yang menguncup kembang mawar mengusir bulbul ke sarang.
Kudengar desir angin menderu dalam ketidakikhlasannya menyapa tubuhku,di jalanku,dinding-dinding tak terlihat,Jejak-jejak menyesatkan menuju jejak-jejak kurungan yg menyekatku dan menindasku bertahun-tahun lalu.
Menabur pengharapan dan janji-janji yang terbiar mati.Di saat maut memagut di hening senja,di belukar warna merah semu kusaksikan,sang Malaikat merintih tersungkur dalam sujudnya.Menara jam yang bergenang darah dan dentang loceng malapetaka mendesak kuping yang ketuaan,tuk kemudian menghirup cerca nista Dari pergantian waktu yang berakhir dan menjelma menjadi debu-debu sebuah kehidupan.

Tidak berlangsungkah satu abad tanpa korban dan segala hal berakhir dalam senyuman?
Mataku terlalu penat menyaksikan Ilusi-ilusi sihir pencipta kekuasaan yg mewariskan perbudakan,melestarikan pembodohan dan mentradisikan penindasan.
Aku muak menonton di pentas penuh perulangan.Wayang-wayang kejahatan.Sejarah yang didaur ulang!
Dalam dahaga ini yang kudapatkan adalah secangkir racun,perih menyesakkan.Hari-hari yang tertuliskan pengkhianatan-pengkhianatan membuatku terbuang dirintihan di ujung malam.Tak pernah kutanyakan lagi Tuhan,tak pernah ku mohon lagi,kubiarkan segalanya terlerai Ikatan-ikatan ini dalam pengertian yang aku sendiri tak pernah mengerti.

apa ada padaku?
mata merah kekosongan
air mata mengering
tubuh lesu tak bermaya
habis kikis
menyisa sekelumit asa
pandang layu
yang bertahan demi menjamah
sedikit cahaya dari esok hari

Hidup hanyalah ratap-ratap bisu,di atas makam nasib,yang dililit debur debu waktu.Kudirikan nisanku dari tulang-temulangku sendiri.Kukafani pedih pilu,namun esok ia hadir kembali meminta mulutnya diisi di hadapan pintuku.

ketakutan dalam gelap namun jantung terus berdetak,nadi terus menyentak.
keputusasaan bertamu lagi..
ingatan-ingatan akan bunuh diri.
walau sekali kutemukan perutusan berkedok harapan..
mimpi adalah mimpi
tak terelakkan untuk merundukkan kepala
dalam tebasan pedang-pedang setan

apa lagi tersedia untukku?
tentang harapan
permohonan-permohonan
hasrat-hasrat
doa-doa
aku berlepas dari masa depan
masa kini
dan masa lampau
namun setiap hariku adalah
tawanan tanpa tebusan

"Hari-hariku hidup adalah Asyura
Tanah-tanah kujejak adalah Karbala
Bulan-bulan kuhidup tetaplah Muharam…"

Lalu..
usah bicara denganku tentang Tamasya pesta malam lebaran..
Di jalan ini,tak pernah ada Kemenangan yang dirayakan.Di daerah ini kita menyediakan diri dan tubuh ini untuk terbantai,menunggu disapa luka-luka menganga.

Di setiap perang..
Setiap perang yang tak pernah kita menang
Setiap perang yang kita adalah pecundang
Setiap perang yang menuntut kita bertekuk lagi
Pada tanah yang selalu berbisik memohon..
Jasadku dan jasadmu.

Di jalan ini yang pernah kutinggalkan,
Kepercayaan-kepercayaan,
Ajaran-ajaran..
Menuju kosong,dengan keinginan,menuju ketidakmau-tahuan,menuju ketiadaan
Menuju keperkasaan asaku dititik terendah..
ku kendalikan alam bawah sadarku menuju Mahakuasa leluasa.
Tak bertemu lagi aku,
Maka,
Apa perlu lagi soal?
Apa perlu lagi jawaban?
Genta berbunyi,
Biarlah..
Langit bernyanyi,
Biarkan!
Mentari dan rembulan,
saling jatuh cinta
Remang malam,
kelipan bintang-bintang,
Petasan dan letupan kembang api,
Mabuk dalam dansa di tirai angkasa,
Berantakanlah sekalian!

Di puncak hari
Aku dijemput mabuk
dan mabuk menjemputku
Dalam dahaga ini
anggur berkah pemberian Tuhan
Kupuji seribu tahun
Maka tuang lagi anggurku!!
Sebelum fajar tiba dan semua ini sirna
Sebelum fajar tiba dan kaum beriman mengeretku kerumah pasung
Sebelum fajar tiba dan hukum memutuskan..
Sebelum apapun..
Tak ingin kupeduli
Selama anggur digenggam ini masih ada
Jam-jam tersisa adalah
lebih emas dari emas
Lebih nyawa dari nyawa
Takkan kulepas mabuk ini
dalam keakraban kami berkasih
selama anggur ini diciptakan untukku
maka aku abadi!!

Karenanya,
Apa lagi arti lebaran?
Apa arti kemenangan?
Aku mendapat lebih dari itu setiap waktu.

Dan karnanya..

tuk apa kupikirkan tentang nasib?
tuk apa kupikirkan tentang esok?
Dunia telah terbenam di piala anggurku
Di anggur mabukku yang menjejaki syurga
Untuk apa kesia-siaan ini disembah-sembah?Dipuja-puja?
Hidup ini impian sukacita dan memaksaku bersembunyi ,demi kemenangan ini yang kalian berambisi merampasnya.
Persetan omonganmu!omongan kalian!dan persetan dengannya!
Syurga kalian juga yg kan terjarah,terampas dan terbakar satu persatu!

Waktu halusinasi,waktu babi!!
Aku hanya sedang..
Gila,kacau,jenuh,benci,muak,geram,sakit,sekarat,merana,pedih,perih,hampa,terluka,marah,hangus,remuk,lebur,Parah!!
Sinting,miring,koma,syirk,khurafat,bid'ah,kafir,murtad,sesat,Semuanya..entahlah!!
Cela,nista,binatang!Laknat!!!

Berisik!!!
Aku mabuk!
Terbakar dan berdarah!!
Maka tuang lagi araknya!!

Jangan biarkan kesadaran datang karna kegilaan dunia membutakan dari kebenaran Tuhan!Biar aku terus Muslim dalam kemabukanku.Kewarasan di tengah-tengah dunia kalian adalah Kekafiranku, kesesatanku.Kegilaan apa yang kutulis?dan kegilaan apa yang kau tulis?

Puisi apa yg kubaca?
Ah! Dunia..pada kau terlalu lama memusuhiku,terlalu lamakah aku memusuhimu?Apa kau belum bosan dengan nistaku padamu?Apa kau pikir aku berubah?Ah!Kawan dan engkau yg tak pernah ada.Remehkanlah aku abadi.Lalu istimewakah dirimu?

Dan kekasih yg hilang,yang semalam menghentakku saat lena.Luka masih membekas,kenapa tidak menebas leherku saat ku terjaga.Apa kau tak ingin memusuhiku dengan penghormatan?bagaimana kutahu kau titipkan kiriman buatku?

Celakalah bait-bait puisi!Ada apa dengan kata-kata si gila?Celakalah kau yang membaca puisi seorang gila!Pahala apa yg kau terima?Celakalah para penyair sebelumku.Terkutuklah kalian karna membuatku gila!Dan celakalah kegilaan ini!Karnanya aku tak mau melepaskan pena racun ini,bukankah tidur yang menanti lebih nikmat?Ah! Kau syaitan yang memancing mataku,Tidakkah kau tahu aku menulis dalam kebutaan?Sialnya jam-jam ini,Yg memunculkan segala jawaban.Api ini belum padam,dan Si gadis kecil dan si Gila belum lewat.
Kenapa aku harus ada di gurun khayal ini?Yang kutunggu hanya tiga kata pertama dari warkah awal malam ini.Namun, bagaimana kutahu KAU titipkan kiriman buatku?

Desir angin
Ringkih suara lagu-lagu kesuraman
Debu-debu kering
tanaman bisu
monitor tua
Hampa!Hampa!Hampa!
Kelopak mata serasa terbakar!!
Menyulut kembali ingatan-ingatan..
Kenang-kenangan yg luput dari tragedi masa kecil dulu..
Oh..aku ingin sekali lagi saja menjadi seorang anak kecil yg membakar kembang api itu!

Cinta hanyalah harapan,Yang tidak lagi suci di pentas wayang dan bangkai!Segala kalimat rayu bertangkai,emas,kata-kata berangkai mawar adalah batasan keterasingan.Tak akan menyentuh waktu mabuk!!!Di ujung raga,semuanya menyisakan sampah-sampah.Kitab-kitab dan pena,melebur tak tersisa.Terbang lagi aku yang bukan aku lagi.Dalam deru angin syahdu,langit membisu,air mata berhamburan,kemudian  airmata ini mengering.

Apa artinya berduka?Anggur akan tumbuh lagi di tanah ini.Selama anggur ada,pemabuk tak kenal duka!
Oh.. Lidah,
bid'ah apa lagi yg kan terucap,
Sungguh kesesatan ini kemestian buatku
Meski di mata kalian adalah ketergelinciran
Di qalbuku inilah pemahaman
Betapa kata-kata taubat itu menarikku lagi
Mengheret ke mihrabMU
Di masjid tanpa nama
Di tanah tak dikenal
Di subuh hening tanpa embun
Aku terdampar di terowongan mahsyuk merekah
tersadar hanya di remang merah senja
Mencari titik sadar
Di antara pasir tempatku terhampar
Fana!
Fana ini menggila akan kekasih dalam pencarian!!
Kehilangan akal dipermainkanmu kawan!
Lihatlah aku depan muka
Pada betapa angkara murka
Demi menyerah pada takdir hidup dan semua titah perintah.

Letupkan semuanya di jalanan ini!
Bungkamlah semua suara!

Aku mau..
Sepi..
Hening..
Sunyi..

Untuk seratus..
seribu..
sejuta tahun lagi!
menanti PengampunanMU  TUHAN!!




Suaramu Merdu - Koil
Mendekati Surga - Koil
Dosa ini takkan berhenti - Koil
Only God Knows Why - Kidrock
Fix You - Coldplay
Like A Stone - Audioslave
No Women No Cry - Bossa Marley
Addicted - Bad Religion
Pesta Dansa - Power Metal

Posted at 05:40 am by mikrojihad
Make a comment  

Sep 14, 2009
Syeikh San'an : CINTA TAK MENGENAL AGAMA

Dahulu kala didaratan arab dikota makkah hiduplah seorang syeikh yg taat,seorang guru besar yg bernama San'an.Sudah lima puluh tahun lamanya dia mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan Makhluk-NYA.Dengan tinggal disebuah pertapaan dia membimbing calon2 sufi didalam perjalanan spiritualnya.Bila malam tiba,dalam gumam doanya dia berbagi misteri2 penciptaan bersama Tuhan kekasihnya.Mereka yang datang ke Mekkah tuk menunaikan ibadah haji kerap mengunjungi sang syeikh untuk mendengarkan nasehatnya dan belajar dari ajarannya.Dia memiliki 400 orang murid,semua muridnya setia kepadanya mereka menuruti semua perintahnya tanpa menghiraukan kehendak dan keinginan mereka sendiri.Mereka mempercayai gurunya sepenuh hati,mereka meninggalkan keluarganya dan menjadi abdi sang Syeikh.

Suatu malam San'an bermimpi.Dia melihat dirinya berada dikota Rum,diwilayah kerajaan Byzantium,sedang tunduk kepada suatu berhala.Dia terbangun dengan perasaan tegang,takut mimpinya merupakan pertanda dari Tuhan atas peristiwa yg akan terjadi.San'an mencoba mengenyahkan mimpinya,berkata pada dirinya bahwa itu tak lebih dari sekedar mimpi dan tidak mempunyai arti apa2.Tetapi dia menjadi cemas ketika mimpi itu datang kembali dan terus muncul dalam tidurnya.Ketika dia tidak dapat lagi mengabaikan mimpi buruk yang menghantuinya,San'an memutuskan untuk pergi ke Byzantium agar mengetahui apa yang disimpan Tuhan untuknya.
Sewaktu San'an berkemas,banyak muridnya yg berkemas untuk menemaninya,sebagaiumana kebiasaan kaum Sufi dikala itu.San'an memperingatkan mereka bahwa perjalanan yg akan mereka ytempuh bukanlah perjalanan yg menyenangkan,tetapi mereka tetap pada pendiriannya untuk menemani sang gurunya.Maka San'an pun beserta murid2nya berAngkat,berjalan siang malam,tidak peduli akan panas hujan dan tidak ada yg mengeluh.
Akhirnya mereka tiba di sebuah tempat peribadatan diperbatasan Kota Rum.Ketika mereka mengamati tempat itu,Syeikh mendengar suara yag menyentuh jiwa,suara yang lebih lembut dari suara angin yang sepoi2,lebih ringan dari bulu dan menyanyikan lagu cinta yang membuat hati dipenuhi hasrat.Syeikh mengikuti suara itu.Dia tiba di sebuah jendela terbuka dilantai kedua tempat ibadah itu.Disitu tampak seorang gadis Kristen sedang duduk menyisir rambutnya yang panjang yg berwarna keemasan sambil meedendangkan bait2 kesedihan.Cahaya memantulkan rambutnya,bibirnya yg merah mengkilat seddikit merekah seolah siap menerima ciuman,dan lehernya yg putih pualam,terlihat dari celah kerah bajunya,menciptakan pemandangan yg begitu indah sehingga seorang alim seperti San'anpun terpesona.San'an terpaku melihatnya,dan tidak dapat mengalihkan tatapannya.Hatinya berdebar kencang dan nafasnya sesak.Dalam sedetik lebih singkat dari sekejap mata,dia terduduk ditempat,tubuhnya menggigil,dan dia menangis,

"Oh Tuhanku??aku ini terbuat dari apa?Api apa Ini?,membakar jiwaku,merampas dari keberadaanku??"

Sanan duduk dalam api cintanya yg meluluhkan jiwa dan pikirannya.Dalam sekejap dia telah melupakan siapa dirinya dan darimana ia berasal.Tidak adalagi yg dipedulikannya selain memandang kembali wajah gadis muda itu tadi.Namun gadis itu telah pergi dari jendela dan menghilang tanpa menghiraukan ratapan dan tangisan sang Syeikh.
Murid2 San'an yg akhirnya menemukan gurunya dalam keadaan menderita begitu,kebingungan tak tau harus berbuat apa.Mengira mungkin sang Syeikh melewati sebuah tahapan,mereka coba mengatakan tapi tidak membantu,Syeikh tidak mendengar apa yg mereka katakan dan hanya berdiri menatap jendela kamar si gadis yg sekarang kosong.

Menjelang malam,Syeikh semakin menderita karena dia mnyadari bahwa dia harus menunggu sampai pagi agar dia bisa kebali melihat cintanya.Agaknya gelap malam memberinya racun cinta yg kuat,yg menambah kerinduannya,dan hatinya terluka lebih dalam.Dia meratap dan merangkak diatas tanah.Dia mencakari Tanah dan meremasnya dengan tangan gemetar,membasahinya dengan airmata.

"Tak pernah kualami malam yg begitu panjang", rintihnya.
"Malam2 penuh derita pernah kualami,tapi tak ada yg serupa seperti malam ini,tidak pernah ada yg membuatku begini sedih,dan tidak pernah aku merindu seperti malam ini.Aku merasa seperti lilin yg kehilangan malam,cahayaku akan dipadamkan oleh sinar mentari,dan aku tidak akan bertahan hidup lebih lama untuk menyampaikan kisah tentang malam yg mengerikan ini.Tidak ada lagi kesabaran yg kupunya untuk melwati kegelapan,juga tidak ada lagi pikiran untuk meyakinkanku tentang alasan kedatangan fajar.Tubuhku remuk dibawah beban cinta ini.Dimana lenganku,setidaknya aku bisa mengubur diri dibawah kotor ini agar aku harus tidak menanggung perpisahan ini,atau dimana kakiku?agar aku dapat membawa diriku kepada cintaku!!Andai aku memiliki teman yg simpatinya dapat membebaskanku! Oh!aku tidakpunya apa2 lagi.Telah kuberisemuanya kepada cinta yg telah menerjang merampas mengempaskan ini!"

Murid2 San'an berkumpul mengelilingi Syeikhnya yg menderita,mereka ikut merintih bersamanya sepanjang malam.Bukan karena mereka mengerti,tetapi karena mereka sedih dan bingung terhadap apa yg terjadi dengan gurunya.
Begitulah,San'an begitu mabuk kepada gadis kristen yg melayani rumah ibadah itu.Kegilaan menimpanya sehingga ia lupa akan masa lalunya.Seakan-akan dia tau bahwa dunia akan segera berakhir yg dipedulikannya hanya sepasang mata biru memikat yg seolah mengikuti kemanapun ia pergi.
Pada malam kedua San'an menjadi sangat resah.Murid2nya kembali berkumpul mengelilinginya,mengkhaeatirkan keadaannya.Mereka berpikir bahwa mungkin mereka dapat berbicara dengannya untuk mengeluarkannya dari obsesinya.Masing2 maju dengan saran dan anjuran.

"Kenapa engkau tak lupakan saja gadis itu?lakukanlah penyucian diri untuk membersihkan jiwamu dan kita semua bisa pulang".
"Penyucian diriku sudah kulakukan dengan darah dari hatiku yg terluka.Jangan bicara tntang penyucian diri denagnku,kau tidak tau apa2 tentang hati yg bersimbah darah karena cinta!".
"Jika kau bertobat atas dosa2mu Tuhan pasti akan memaafkanmu karena engkau telah menjadi syeikh selama bertahun-tahun".
"Apa yg kusesali adalah Ke-Syeikh-an ku,dan tidak ada lagi selain itu".
"Engkau penuntun kami menuju cahaya,orang yg mengetahui jalan menuju Tuhan.Jika engkau berdoa kepada Tuhan,Dia pasti mendengarkanmu dan memaafkanmu".
"Aku berdoa untuk Jelita yg memabukkan itu,semua doaku telah terikat terpikat kepadanya".
"Apa engkau tidak menyesali Cinta yg seperti itu,yg telah sepenuhnya membutakanmu?".
"Aku sunguh2 menyesal,namun hanya meneyesali satu hal,bahwa mengapa aku tidak jatuh cinta dari dulunya".
"Tidakkah engkau peduli atas apa yg akan orang lain katakan bila mendengar syeikh mereka yg alim telah tersesat?".
"Apa yg dikatakan orang lain tentang aku tidaklah menjadi masalah untukku.Kenapa aku harus memperdulikannya??Aku terbebas dari hal itu sekarang".
"Tidakkah engkau peduli pada sahabat2mu?terhadap kami,murid2 mu,hati kami terluka melihat engkau begini".
"Yang kupedulikan hanyalah melihat kekasihku bahagia.Bagiku, yg lain sudah tiada".
"Ayolah mari kita kembali ke MAkkah dan Ka'bahnya.Kita lupakan perjalanan ini dan apa yg terjadi disini".
"Makkah satu2nya adalah disini,tempat ini,dan Ka'bahnya adalah jelita dari tepi jendela itu.Disinilah tempat orang mabuk cinta bukannya disana".
"setidaknya,sadarlah akan Firdaus.Engkau sudah tua dAN tidak punya bnyak waktu tersisa.Jika kau berharap bisa masuk surga,maka tinggalkanlah kesia-sian ini".
"Surga apa yg lebih indah dibanding paras malaikat kekasihku?Untuk apa firdaus jikalau aku memiliki yg satu ini?".
"Tidakkah engkau malu dihadapan Yang MAha Kuasa?Selama bertahun-tahun Dia telah menjadi penghidupanmu satu-satunya.Bagaimana engkau bisa mengkhianatinya sekarang?".
"Bagaimana aku dapat melarikan diri dari jebakan yg Tuhan sendiri ciptakan untukku?".
"Oh syeikh yg luhur,ini permintaan kami yg terakhir.Demi Allah,kembalilah pada keyakinanmu dan jangan abaikan kami,murid2mu".
"Jangan memintaku begitu!Aku tenggelam didalam Hujjah,dan untuk orang yg telah menyingkirkan keyakinan dan lebih memilih fitnah,maka tidak ada jalan untuk kembali".

ketika mereka gagal memberi saran,mereka mmutuskan untuk beristirahat disebuah tempat yg tidak jauh dari situ,untuk berjaga-jaga siapa tau San'an berubah pikiran.Satu2nya cara mereka agar dapat menahan kepedihan karena kehilangan gurunya adalah dengan berharap bahwa akan seperti sedia kala.
Siang berganti malam,masih belum ada perubahan.San'an berdiam diri diseberang Peribadatan itu,dimana segerombolan anjing liar biasa berkumpul.Tempat itu berada dipinggir jalan yg biasa dilalui si jelita itu bila hendak ke kota.Berharap gadis itu akan memperhatikannya,San'an duduk dengan sabar,menatap gadis itu dengan penuh kerinduan setiapgadis itu lewat.Namun sang gadis tidak pernah melihatnya,terus berjalan menuju kota,seakan tidak pernah menyadari keberadaan San'an sama sekali.
Karena tidak mengetahui nama kekasihnya,Syeikh membrinya nama Sinar Mentari (Ayn Syams).Dia membuat puisi dengan nama itu,kemudian menyanyikannya dengan nada sumbang sedih.Dia telah termangsa oleh cintanya sehingga tidak menghiraukan makan dan minum.Jika ada orang yg melemparkan sisa2 makanan untuk anjing liar,dia akan ikut ambil bagian.Jika tidak,dia kelaparan tanpa bahkan menyadarinya.
Pada akhirnya,gadis itu melihat seorang lelaki tua aneh yg sedang duduk diatas debu.Karena ingin tau,si gadis bertanya,"Kenapa engkau tidak memiliki rumah atau saudara?"
Saking girangnya disapa Sinar Mentari,Syeikh menjawab,

"Aku tidak kenal rumah atau saudara.Apa yg kukenal adalah bahwa aku telah jatuh cinta padamu,dan aku akan tinggal disini sehingga kau akan melihat aku pantas untuk cintamu".

Sinar Mentari tertawa mendengarkannya,dan mencemoohnya dengan jijik.
 "Apa kau tidak malu pada dirimu sendiri??Kau pantasnya menjadi kakekku!!Orang seusiamu hanya pantas masuk kubur!!Gadis semuda dan secantik diriku layak mendapat pemuda yg tampan".
"Cinta tidak mengenal usia,tidak peduli muda atau tua,cinta berpengaruh sama.Aku adalah abdimu,dan akan melakukan apapun yg engkau katakan,jelitaku".
Sang guru membicarakan cinta dan deritanya dengan penuh perasaan sehingga sang gadis perlahan mempercayai ketulusannya.Sesungguhnya gadis itu sadar,sang syeikh akan melakukan apapun keinginannya.Maka gadis itu berkata, "Jika apa yg kau katakan itu benar,maka engkau harus meninggalkan keyakinanmu dan berpindah ke dalam agama .Engkau harus membakar Kitab Sucimu dan meninggalkan seluruh kewajiban dalam agamamu.Engkau harus meminum anggur dan menanggalkan ke-Syeikh-anmu".

San'an menjawab tuntutan yg mengejutkan tersebut dengan tenang,

 "Cinta menyiptakan banyak tantangan bagi seorang pencinta.Ujiannya kejam dan bersimbah darah,tapi hasilnya manis dan menyenangkan.
Pecinta sejati tidak kenal agama,karena cinta itu sendiri merupakan keyakinannya.Dia tidak mengenal status,karena tidak ada tempat yg lebih tinggi daripada menjadi bagian dari cinta".

Ketika para Pendeta dan anggota gereja Byzantium mendengar seorang guru sufi telah setuju meninggalkan agamanya,mereka segera berpesta.Mereka menyelenggarakan acara dimana syeikh melemparkan Al-quran kedalam api.Dimana syeikh menanggalkan jubahnya dan memakai sabuk gereja.Lalu syeikh meminum anggur dan membungkuk tunduk dihadapan sang jelita pujaan hatinya.San'an bersukacita dengan yang lainnya,smbil bernyanyi,
"Aku menjadi bukan apa2 untuk cinta.Aku telah menjadi aib didalam cinta.
Tak seorang dapat melihat apa yg kulihat dengan mata cinta".
Sementara umat kristen bergembira,murid2 syeikh meratap.Hati mereka retak dan hancur,karena guru mreka tidak melihat mereka menderita atau tidak mendengar rintihan mereka.
San'an telah tunduk sepenuhnya pada perintah kekasihnya,tanpa peduli bahwa itu semua telah melanggar apa yg dulu dipertahankannya.Dan itu masih belum cukup,dia masih ingin membuktikan cintanya dengan memenuhi keinginan sang gadis dalam setiap tindakannya.Maka San'anpun bertanya,
"Apalagi yg dapat aku lakukan untukmu?"
Gadis itu mendongak dan tertawa,
 "Engkau harus menyediakan uang untukku,aku ingin perhiasan,emas,dan koin perak.Jika engkau tidak memilikinya,maka jangan buang waktumu hey orang tua,pergilah dari pandanganku".
Syeikh menjawab dia tidak memiliki tujuan lain selan tempat peribadatan tersebut,karena keberadaan dirinya telah tersesat didalam si gadis.Bahwa dia tidak memiliki apapun selain hatinya,dan itupun sudah diberikan sepenuhnya kepada sang gadis.Bahwa dia tak dapat hidup tanpa sang gadis,dia tak tahan jauh dengannya.Dia akan melakukan apapun untuk sang gadis,asal bisa bersamanya.
"Syarat Pernikahanku", kata sang gadis itu penuh pertimbangan,
"Adalah engkau harus mengurus babiku selama satu tahun.Bila dalam jangka waktu itu engkau dapat memenuhi permintaanku dengan memuaskan,maka aku akan jadi istrimu".
Dengan senang hati San'an tinggal dikandang babi,dan dengan penuh perhatian dan kasih sayang dia merawat hewan2 yg tak disukai kaum muslim itu.Melihat gurunya tinggal dikandang babi,adalah hal yg memalukan bagi murid2 San'an.Mereka mendatangi Syeikh dan memohon,
"Apa yg kami lakukan sekarqang?apakah engkau mengingankn kami pindah agama juga?kami akan tinggal bersamamu jika engkau mau".
San'an berkata bahwa tidak ingin apa2 dari mereka,dan mereka sebaiknya menempuh jalan mereka sendiri.Jika ada yg berkata tentang mereka,maka dia akan mengatakan yang sebenarnya.Sebenarnya mereka harus pergi dan membiarkannya memelihara babi,karena syeikh tidak punya waktu untuk mereka.
Sambil menangis,murid2 syeikh kembali ke Makkah.Disana mereka segera memisahkan diri karena takut harus menjelaskan tentang pa yg terjadi di Rum kepada murid2 yg lain.Namun ada satu orang yg tidak dapat mereka hindari.Orang itu adalh sahabat mereka,yg sedang mengembara ketika sang syeikh beserta mereka pergi ke Rum.Ketika dia pulang dan tak menemui gurunya,dia menanyakannya kepada mereka.Mereka terpaksa menceritakan semuanya.
KEtika mereka selesai,orang itu menjerit dan berteriak dengan marah,
"Murid macam apa kalian?jika kalian mencintai guru kalian,kalian harus membuktikannya.Kalian hArusnya malu pada diri kalian sendiri!jika guru kalian membuang jubah sufinya dan mengenakan sabuk Pendeta,maka kalianpun harus melakukan hal serupa.Jika beliau tinggal di kandang babi,maka kalian harus ikut bersamanya.Itulah tuntutan cinta,tidak peduli dibilang memalukan atau tidak waras.Beraninya kalian menghakimi syeikh telah berbuat salah! Apa yg memberi kalian kuasa untuk menasehatinya agar meninggalkan cintanya?".
Karena malu oleh temannya,murid2 itu merendahkan kepala penuh kesedihan.Dengan penyesalan yg mendalam mereka memasuki tempat pengasingan diri dirumah murid yg setia tadi,mereka tidak makan maupun minum.
Pada hari ke 40,murid yg setia,yg telah menangis siang malam dalam duka cita untuk gurunya,mendapatkan sebuah penglihatan.Telah muncul awan debu dari tempat ibadah yg melayang-layang antara Syeikh dan Tuhan.Tiba2 awan debu menghilang,lalu syeikh diselimuti cahaya.Kemudian terdengar suara kekal berkata,

"Orang harus dibakar api cinta agar layak menemui Kekasih Abadi.Nama dan jabatan tak memiliki nilai dalam kesaksian cinta.Sebelum dia dapat melihat kebenaran,debu eksistensi harus dibersihkan dari cermin jiwa.Hanya setelahnya dia dapat melihat refleksi kebenaran kekasih didalam cermin".

Sang murid berlari menemui teman2nya dan menceritakan penglihatannya.Tanpa membuang waktu mereka kembali ke Rum.
Diluar kota mereka menemukan syeikh telah bersujud ditanah,menyembah Tuhan.Dia telah melampaui Mesjid Gereja,terbebas dai Islam mapun Kristen.Terlepas dari perlekatannya pada status kealiman,dia telah bebas dari diri,bersatu dengan Kekasih Sejati.Syeikh tampak diam,meski matanya  bersinar,sarat akan rahasia yg hanya diketahui oleh Sang Kekasih dan Pecinta.Murid2 berkumpul mengelilingi gurunya.Syeikh bergabung dengan mereka kembali.Bersama-sama mereka kembali ke Makkah.
Sementara itu,gadis yg diberi nama Sinar Mentari oleh sang syeikh,memperolh mimpi yg luar biasa.Didalam mimpinya Tuhan menampakkan diri sebagai matahari.Si gadis terjerembab diatas tanah dan menangis,
"Oh Tuhanku,betapa dungunya aku yg belum mengenalmu.Tunjukan jalan menuju-MU,karena sekarang ku telah melihat kecantikan-MU,aku tidak dapat lagi hidup tanpa-Mu.Aku pun tidak dapat berhenti sedetikpun hingga aku dapat menyatu dengan-MU".
Gadis itu tidak sadarkan diri,kemudian menangis selama berjam-jam.Akhirnya sebuah panggilan datang dari surga,
"Pergilah kepada Syeikh.Dialah yg kan menunjukan mu jalan".
Dia bergegas keluar tanpa sempat mengenakan alas kaki.Ketika dia menemukan bahwa San'an telah kembali ke Makkah,gadis itu berlari keluar kota,menuju gurun mencari kafilah sang guru.Tetapi sudah terlambat,kafilah itu telah pergi berjam-jam sebelumnya.Gadis tanpa alas kaki itu terus berlari siang dan malam,tanpa air maupun makanan.Sepanjang perjalanan airmatanya jatuh menderas membasahi pasir yg kerontang.Dia menjerit pedih dan sedih,memanggik sang guru dengan penuh cinta dan sayang.
Tangisnya sampai juga kepada hati sang syeikh.Dalam hatinya ia tau bahwa sang gadis telah meninggalkan semua yg dimilikinya untuk mencari Kekasihnya.San'an memberitahukan murid2nya akan hal tersebut,dan mengirim mereka untuk segera mencarinya.Mereka menemukan gadis itu dalam keadaan yg menyedihkan,terbaring diatas pasir karena kehausan dan kelelahan,sambil memanggil-manggil sang Syeikh.
Dihadapan syeikh gadis itu menyembah kaki syeikh,dan memohon,
"Guru besar,aku terbakar oleh cinta.Aku rindu ingin melihat kekasihku,meski mataku tak dapat melihat apa2 kecuali kegelapan.Bantu aku melihat-NYA,karena aku tak bisa bertahan tanpa Tuhanku".
Syeikh menggenggam tangan si gadis dengan lembut dan menatap ke dalam matanya seolah melihat langsung kedalam jiwanya.Menuntun jiwanya menuju Tuhan melalui jiwa Syeikh.Sang gadis terisak,
"Oh cinta,Aku tidak tahan untuk berpisah lagi.Selamat tinggal guru besar dari segala usia!".
Dengan berucap begitu,Sinar Mentari menyerahkan jiwanya kepada Kekasihnya dan kemudian meninggal dunia.
San'an berdiri,tidak bergerak untuk beberapa jenak.Murid2nya khawatir jika gurunya akan mengalami kegilaan lagi.Namun akhirnya San'an mengangkat kepala dan menerawang jauh ke arah gurun sambil berkata,
"Beruntunglah mereka yg telah menyelesaikan perjalanannya dan menyatu dengan Sang Terkasih.Mereka terbebas,karena didalam penyatuan dengan Tuhan-lah mereka hidup".
San'an menghela nafas dan menambahkan,
"Dan malanglah bagi mereka yg ditakdirkan menuntun yg lainnya menuju tujuan,karena mereka harus mengabaikan penyatuan dan terikat demi kesenangan dan kehendak-NYA!".

Posted at 06:52 am by mikrojihad
Make a comment  

Sep 2, 2009
Mulai lelah dan mendekati resah

Telah tergambarkan dalam beberapa bulan ke depan aktivitas dilapangan berkawan dengan debu-debu beterbangan akan menjadi sebuah rutinitas di setiap hari, target persentase bulanan, lembar demi lembar kertas kwitansi tagihan yang dipenuhi oleh catatan harus segera terbayar lunas, tubuh yang mulai merapuh dan mata yang bengkak kurang tidur. Dan setelahnya, kesibukan-kesibukan dikantor beserta tekanan-tekanan bacot representatif para atasan, pergi ke satu rumah lalu ke rumah lain untuk hanya bertanding emosi karena tuntutan profesi yang kujalani, belum lagi tekanan dari orang tua untuk sesegera mungkin mencari pekerjaan lain jika diperlukan,dan tentunya keterbatasan untuk bermain atau sekedar memuntahkan ide-ideku,tulisanku didepan layar komputer yg selama ini seolah terus terpenjara karena tereduksinya waktu.
Belasan tahun sudah diproduksi yang dalam beberapa bulan atau tahun kedepan akan berada di pasaran menjadi sebuah komoditas. Hanya sebatas lima tahun menikmati puasnya rasa bermain, dan itu pun tidak pure lima tahun. Sekolah, bekerja, menikah, dan mati...

Selamat datang aku ucapkan kepada bayi-bayi yang lahir saat ini, nikmatilah hari-hari sebelum resmi berada pada sebuah pabrik pembuatan produk masa depan. Matahari pagi masih terlalu indah untuk dihabiskan dengan rasa takut akan bell masuk sekolah, malam masih terlalu indah untuk dihabiskan dengan bergumul pada kekhawatiran akan hukuman atas absen dalam pekerjaan rumah. Kebebasan bukan hanya di hari minggu, namun di setiap harinya, dan libur bukan hanya ketika telah menerima hasil laporan semester. Selamat datang di perguruan tinggi, dimana biaya semakin mahal dan pemilik saham perguruan tinggi akan menjadi semakin kaya. Dimana produk-produk harapan diciptakan sedemikian rupa untuk menjadi produk yang benar-benar diharapkan oleh pasar.

Dan aku akan bekerja, menikah, punya anak, tua dan mati...Tamat Sekolah  dengan hasil yang memuaskan sehingga dapat menjadi komoditas yang mampu bersaing dipasaran. Menikah dengan orang yang dicintai, berada dalam aturan-aturan baku pernikahan, memiliki anak, bekerja lebih giat agar mampu memberi makan anak dan istri, belum lagi ketika kelak anak-anakku sekolah ataupun kuliah. Kerja, istirahat, tidur, kerja, istirahat, tidur, terus demikian hingga nanti telah menjadi usang dimakan sang waktu, menjadi sebuah produk yang lebih layak disimpan dalam lemari, menunggu waktu untuk terurai kembali menjadi tanah... hah!hidup macam apa ini??? Semoga cinta ini masih menggerakkan kakiku untuk berjalan di atas kehidupan semacam ini...

Posted at 09:34 am by mikrojihad
Make a comment  

MEMBACA GEJALA DARI JELAGA

Matahari terlalu pagi mengkhianati
Pena terlalu cepat terbakar
Kemungkinan terbesar sekarang adalah
memperbesar kemungkinan pada ruang ketidakmungkinan
Sehingga setiap orang yang kami temui
tak menemukan lagi satupun sudut kemungkinan untuk berkata tidak mungkin
Tanpa darah mereka mengering
Sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi

Sebelum semua paru disesaki tragedi
dan pengulangan menemukan maknanya sendiri
dalam pasar dan semerbak deodoran
Atau mungkin dalam limbah dan kotoran
Atau mungkin dalam seragam sederetan nisan

Kita pernah bernazar
Untuk menantang awan
Menantang langit dengan kalam-kalam terhunus
Hingga hari-hari penghabisan
Tanpa pretense apapun untuk mengharapkan surga dan neraka
Di atas semua…

Kita berangkat dengan rima dan kopi secawan
Berkawan dengan bentangan kalam yang menantang awan
Kita menggalang pijakan dari hulu waktu yang membidani zaman
Dimana microphone digenggam dengan hasrat menggantang ancaman
Mengkafani kawanan serupa lalat dari pusat pembuangan sampah
Menyisakan potongan kalimat profane berceceran
Bernazar membuat tiran berjatuhan dengan luka sayat dari medan puputan
Kita tantang kutukan, kita kutuk pantangan
Sehingga setiap angan paralel dengan surga-neraka dan dalil langitan
Serupa komando yang keluar dari mabes hingga koramil
Serupa toxin yang berselancar pada darah sebelum maut menjemput Munir
Menyisir petaka yang membiarkan mereka menggadaikan pasir
Pada pantai, pada bumi, yang dipenuhi oleh barcode dan kasir
Yang menghibahkan filsafat pada vampire
Pada mereka yang melabeli setiap oponen dengan stempel kafir
Pada mereka yang datang pada malam terkelam
Saat cahaya hanya datang dari belukar di tengah makam
Kita pernah sisakan harapan yang esok siap cor menjadi belati
Pikulan beban yang serupa pitam yang kembali berhitung dengan mentari

Dengan tangisan bayi yang mengajarkan kembali bagaimana menari
Bagaimana mengingat janji dan mengepalkan jemari
Bagaimana seharusnya hari-hari berbagi api
Bagaimana menyulutnya pada nadi dan mengumpulkan nyali..Dan,
semua darah bertagih telah kita bayar lunas
Sejak kalimat angkara kita terlanjur menjadi lampiran kajian Lemhanas
Kau dan aku tahu pahlawan tidak lagi datang dari kurusetra
Namun dalam bentuk dominasi mie instant di tengah bencana
Sejak tanah basah ini menagih janji mata yang dibayar mata
Sejak mata sungai menagih suara mereka yang hilang di ujung desa
Sejak kebebasan hanya berarti di hadapan kotak suara
Sejak para ekonom memperlakukan nasib serupa statistik ramalan cuaca
Telah khatam kita baca semua analisa semua neraca
Semua melihat tai kucing yang membenarkan semua prasangka
Kita belajar membaca gejala dari jelaga
Pada malam-malam terhunus dan waras-waras kita terjaga
Memaksa tidur dengan satu kelopak mata terbuka
Menahan pitam tanpa riak serupa telaga
Serupa hasrat yang dipertahankan setengah mati tetap menyala
Pada setengah hidup kita mengalir mencari muara
Serupa udara..
Membutuhkan amis darah agar sirine tetap mengalun
Agar waras diingatkan wabah yang akut menahun
Tentang pagut yang santun
Yang memusuhi pantun
Yang membakar habis hasratmu setelah dipaksa dipasung
Mungkin kau akan ingat tentang petaka yang dalam hitungan kurun
Waktu singkat berubah menjadi rahmat
Merubah alam alam bawah sadar hingga terbiasa dengan mayat
Sekarang mengubahmu kasat di depan deretan kalimat
Bergabung dengan para mata yang terang bersama pekat

Serupa kepastian, serupa asuransi
Serupa janji yang memprediksi dimana kau suatu hari nanti dengan pasti
Sehingga semua pertanyaan kau tinggal mati
Sehingga rimaku hari ini dan terompet israfil dapat bertukar posisi

Dan menantang mentari..


HOMICIDE Song Lyrics From Album 'THE REQUIEM'
 

Posted at 09:21 am by mikrojihad
Make a comment  

Aug 24, 2009
Aku ada karena di-ada-kan

terkadang aku adalah Sihabuddin Yahya Suhrawardi,
yang dihukum mati sebagai pelaku bida'ah,
atas metafora wujud Tuhan dalam bentuk cahaya,
dari penafsiran surah Cahaya (An Nur).

terkadang aku adalah Mansur al Hallaj,
yang dihukum mati sebagai pelaku bida'ah,
kerna lafaz Ana al Haqq (Akulah Kebenaran),
dan mengajarkan metafora Iblis sebagai penyembah Tuhan sejati,

terkadang aku adalah Hafiz Shirazi,
faqih para pemabuk anggur Tuhan,
yang menganjurkan untuk menyucikan sajdah dengan anggur merah,

terkadang aku adalah Muhyidin Ibn Arabi, pelopor wahdah al wujud,

terkadang aku adalah Mahmud Shabistari,
yang mengatakan sekiranya Muslim itu benar-benar memahami Islam mereka adalah murni penyembah berhala,

terkadang aku adalah Zarathustra, sang nabi Persia,

terkadang aku adalah Muhammad Ibn Hassan al Askari, Al Mahdi Shahibuzzaman, Imam ke 12 yang ghaib di Samarra,

terkadang aku adalah Hassan Sabbah, pelopor al Hassashiyyin, penguasa Alamut,

terkadang aku adalah Hassan II (ala dhikri his salam) pewaris kota Alamut, yang memproklamasikan Qiyamat di 17 Ramadhan 559 dengan meminum anggur merah dan mengakhiri syariat agama di Alamut,

terkadang aku adalah Mushtaq Ali Shah, pemusik gila dari Kerman, yang dihukum rejam sebagai pelaku bid'aah, kerana memainkan azan dengan Gitarnya,

terkadang aku adalah Lal Shahbazz Qalandar, guru para darwis pencinta ganja dari Sindh,

terkadang aku adalah Siti Jenar, yang dihukum mati kerana bid'aah, yang saat kepalanya terpenggal dari tubuh, dia tertawa, dan jasadnya di kuburan menjadi kuntum melati, yang mengajarkan manunggaling kawula gusti,

terkadang aku adalah bait dari puisi Dandang Gula, yang mengatakan ; "... hanya keheningan berarti, dan keheningan berarti tidak menurut kitab suci."

Namun,
Aku sendiri adalah ketiadaan.
Aku ada karena di-ada-kan..





Sitijenar chyper drive - Homicide
AjaranMoralSesaat - Koil
Mendekati surga - Koil
Jiwa peluru - D'Army


Posted at 07:41 am by mikrojihad
Make a comment  

Semua Adalah Guruku..

Dan Muhammad ibn Abdullah SAW, sang rasul penutup, penghulu sekalian para kekasih, yang membentangkan Quran, dari masyriq hingga maghrib;

Dan Isa ibn Maryam alaihissalaam, Yesus dari Nazareth, nabi tanpa bapa, ruhullah, yang mengajar cinta dan kesederhanaan

Dan Ibrahim Khalilullah, pembangun bait Allah, qiblat seluruh alam

Dan Ali ibn Abu Thalib alaihissalaam, wasiy rasul al Mustafa, Imam el Muttaqin, Amirul Mu'minin, pintu segala pengetahuan;

Dan Husayn Ibn Ali alaihissalaam, Sayyid as-Syuhada, pahlawan Qarbala

Dan Zayd Ibn Ali alaihissalaam, putera revolusi, Imam para Zaydis

Dan Ja'far as Shadiq alaihissalaam, pewaris khazanah ilmu Ahlulbayt

Dan Syaikh Abu Said al Khayr, pendita cinta dari Khurasan

Dan Hallaj, permata sufi syuhada dari Baghdad

Dan Jalaluddin ar Rumi, yang menarikan kidung cinta di hadrat Tuhan,

Dan Hafiz Syirazi; faqih para pemabuk, lisan al ghayb

Dan Lal Shahbaz Qalandar, raja para darwis

Dan Mushtaq Ali Shah, seniman gila dari Kerman

Dan Hassan Ibn Sabbah, pelopor revolusi para hashisheen, penguasa Firdaus i Bareen

Dan Hassan II, yang memproklamasi Ruz-i-Qiyamat

Dan Syeikh Siti Jenar, wali kesepuluh, pendeta sufi mistik Tanah Jawa

Dan Hamzah Fansuri, khalifah wujudiyyah nusantara

Dan Suhrawardi al Maghtul, pelopor Isyraqiah

Dan Ibn Arabi, Syaikh al Akbar, jantung wujudiyyah

pena ini telah menukilkan silsilah, semuanya adalah guruku, mana mungkin berpaling. semuanya adalah guruku.


"Aku adalah seorang SYIAH dalam keberagamaanku, asal usulku dari Makkah, tempat tinggalku di Asqaliyyah"

"Apakah kalian telah mengetahui bahawa bertasyayyu' adalah mazhabku. Aku nyatakan hal itu dan tidak akan kubatalkan. Bila cinta kepada keluarga Muhammad dinilai rafdhan, maka, hendaklah manusia dan jin menyaksikan aku adalah rafidhy"
- Imam Syafi'i -

Posted at 07:30 am by mikrojihad
Make a comment  


Next Page




<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed